Dari panci kami ke tanganmu
Dulu, bubur ini hanya dimasak Ibu untuk sarapan kami sekeluarga. Wajan besar di dapur kecil, api kecil, diaduk pelan sambil ngobrol.
Sekarang mejanya lebih besar, tapi caranya tetap sama: beras pilihan, kaldu rebusan ayam kampung asli, dan dimasak pagi-pagi sekali. Tanpa penguat rasa berlebih, tanpa buru-buru.
Homemade, jujur, dan hangat. Setiap mangkok dibuat seperti untuk keluarga sendiri.